Menulis Suka-suka Saja

Akhirnya lahir juga anak pertama. Rasanya antara bahagia sekaligus lega. Pokoknya antusias sekali saya menyambutnya. Yaaa, seperti orang tu...

Kenalkan Anak Pertama Saya; Bukan Speaking Biasa

Akhirnya lahir juga anak pertama. Rasanya antara bahagia sekaligus lega. Pokoknya antusias sekali saya menyambutnya. Yaaa, seperti orang tua pada umumnya saya pun berdoa supaya anak ini bisa menjadi manfaat bagi sesama, bangsa dan negara. *halah!* 

So, pada kesempatan ini tolong berikan ucapan selamat datang ke dunia untuk anak pertama saya yang bernama "Bukan Speaking Biasa"

Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma

Kata orang, "menulislah meski hanya satu buku dalam hidupmu"

Dan akhirnya saya memenuhi petuah itu. Ya setidaknya setelah berkali-kali gagal membuat buku antologi yang berhenti di tangan editor atau layouter saja. Rasanya tak berlebihan bukan jika saya sangat bersyukur karena kekecewaan saya justru terbalas dengan satu buku yang hanya ada nama saya di sana. 

Sejujurnya saya cukup sadar diri dengan kemampuan menulis yang biasa-biasa saja. Bahkan kalau boleh flashback dengan membaca tulisan-tulisan saya 4-5 tahun lalu rasanya malu sendiri. Jangankan EYD yang baik dan benar, penggunaan "di" yang digandeng atau dipisah saja masih ngawur. Ehehe tapi saya adalah salah satu orang yang meyakini bahwa segala hal di dunia ini akan selalu berproses. Pun dengan proses saya dalam menulis. Nah ngomong-ngomong, cerita tentang proses belajar dunia literasi saya bisa kalian baca di sini.

Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Lalu bagaimana saya bisa menulis buku tentang public speaking? Awalnya ini karena keterpaksaan saja. Terpaksa kalau tidak diambil, saya tak akan lagi dapat kesempatan. Ahaha
Sebelum menulis bukan speaking biasa ini, saya sudah ditawari oleh penerbit Diva Press untuk menulis beberapa tema, tapi saya menolaknya karena merasa belum mampu menulis di tema-tema tersebut. Kemudian pada tawaran yang ke sekian kali, keluarlah ancaman dari salah satu editornya:
"Ini temanya kamu banget lho! Pokoknya kalau kamu menolak, aku udah gak mau ngasi penawaran lagi!!!" 

Mendengar kalimat itu, ya mau gak mau lah... ehehe 
Public speaking barangkali dinilai tema yang cocok untuk saya tulis. Alasannya karena saya memiliki pengalaman mengenai tema ini, meski sebenarnya saya pribadi hanya mempelajarinya secara otodidak saja. Tapi justru hal ini yang menguatkan saya untuk berani menulis tentang public speaking dan memberikan pesan bahwa public speaking itu bisa dipelajari dan dilatih oleh siapa pun. 

Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Banyak yang mengira saya lulusan komunikasi, bahasa atau ilmu sosial. Ya gak salah sih, karena selama ini mereka melihat passion saya yang ada di bidang media dan broadcast. Didukung dengan kepribadian saya yang banyak omong alias iyik ini. Jadi kayaknya gak dosa juga kalau dugaan mereka salah. Padahal sejatinya saya ini lulusan teknik. Gak percaya ya? tenang, kamu bukan orang pertama. ehehe
Public speaking sendiri saya pelajari autodidak dari tahun 2007 ketika menjadi penyiar di salah satu radio swasta. Dari sana saya mendapat banyak pelajaran public speaking yang saya kembangkan menjadi MC, marketing, CJ, Vlogger, bahkan berkesempatan menjadi pemateri di beberapa workshop sampai saat ini. Kemampuan berbicara di depan umum inilah yang membuat saya dilirik oleh penerbit untuk menulis buku perihal public speaking. Lalu, apa isi dari buku ini?

Bukan speaking biasa berisikan tentang bagaimana berkomunikasi secara efektif, masalah yang sering terjadi dalam public speaking dan cara mengatasinya, serta berbagai tips ringan yang jitu tentang bagaimana membangun kepercayaan diri untuk berbicara di depan khalayak. Di buku ini bahkan saya menuliskan tentang profesi apa saja yang bisa dilakoni bermodal kecakapan berbicara. 

Saya juga memberikan tips dan langkah-langkah sukses saat presentasi mulai dari persiapan hingga bagaimana melakukan evaluasi setelahnya. Pun dengan bagaimana menjadi penyiar radio, mc, moderator, hingga vloger sekalipun; profesi yang kini menjadi dambaan banyak anak muda milenial. Secara detail saya juga memberikan tips bagaimana mengolah vokal dengan suara perut, body language di atas panggung, hingga bagaimana berani tampil di depan kamera.

Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Pada akhirnya, semua orang mungkin bisa berkomunikasi dan berbicara, tetapi tidak semua orang bisa berbicara di depan publik (public speaking). Masing-masing orang memiliki kendala yang berbeda, bisa dikarenakan kurangnya percaya diri, kurangnya pengetahuan tata bahasa, atau karena kurangnya jam terbang.

Terlepas dari semua kendala tersebut, sebenarnya public speaking dapat dilatih dan dipelajari. Bagaimanapun juga, dalam public speaking dibutuhkan etika, sehingga saat menyampaikan informasi tidak hanya sekedar berbicara saja. Tingkat kemampuan public speaking sendiri sangat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang. Tak jarang pula, kemampuan dalam public speaking  dapat membawa seseorang ke dunia profesional.

Buku ini sangat cocok sebagai panduan pengembangan diri dalam kemampuan public speaking terutama untuk kamu yang masih usia sekolah ataupun mahasiswa. Bukan speaking biasa bisa kamu temukan di toko buku dengan harga Rp55.000,- atau bisa juga langsung order ke saya hanya dengan Rp45.000,- saja. 


Yuk, belajar dan berlatih public speaking!

Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma
Bukan Speaking Biasa - Aji Sukma




Tabik.
 

12 comments:

  1. wih..aku ikut seneng lho..akhirnya bisa lahiran ya Kak..hahaha.. Buku bacaan wajib setiap orang nih, karena pada dasarkan kemampuan public speaking itu ketrampilan wajib, minimal untuk small group communication lah..jadi nggak selalu harus yang di depan layar juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, memang banyak manfaatnya belajar public speaking termasuk utk bersosialisasi sehari-hari juga.

      Delete
  2. Wah ikut seneeeng...selamat mas Ajik, sukses ya utk kelahiran pertamanya..

    Terus berkarya

    ReplyDelete
  3. Kamu emang kereenn.. Selamat y buat lahiran anak pertama.. Semoga lanjut dg lahiran anak kedua, ketiga dan seterusnya.. Buka kursus public speaking ga nih? Aku ama narend mau belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mau colab ngevlog sm narend aja, mamaknya gosah. WKwkwkwk

      Delete
  4. Selamat telah melahirkan anak pertama ya mas. Jangan berenti, lanjut melahirkan terus biar aku ada temennya 🤣

    Btw body language emang penting banget sih ya, kamu ada buka kelas BL juga? Joget2 gitu gak? 😌

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trs kita geal geol bareng gt? ga bs bayangin mak :(

      Delete
  5. Udah punya dong bukunya. Tapi belum sempet baca. Yang udah baca anakku trus sekarang bukunya lagi dipinjem temennya. Jadi we, masih nunggu buku kembali nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laaaah pdhal katanya waktu itu buru2 pengin baca. wkwkwkwk dasarrrr

      Delete
  6. Pantesan agak kecilan perut nya, abis lahiran anak pertama ternyata, selamat ya buuuuu... Semoga bisa terus melahirkan anak anak lainnya yaaaaaa.. Aku udah nengok anak pertamanya dong betewe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahaha seneng seneng sebeeel aku tu bacanya. wkwkwkwk

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung & berkenan meninggalkan komentar :)