Menulis Suka-suka Saja

Sebagai seorang  travel blogger , saya sering membagikan cerita perjalanan di salah satu blog saya, yaitu di lagilibur.com . Salah satu peng...

Desa Wisata Mendunia Melalui IndiHome; Internetnya Indonesia!

Sebagai seorang travel blogger, saya sering membagikan cerita perjalanan di salah satu blog saya, yaitu di lagilibur.com. Salah satu pengalaman yang sering saya bagikan di sana adalah saat melakukan kegiatan live in di berbagai desa wisata. Menurut saya, potensi wisata yang saya dapatkan selama live in di desa merupakan hal yang sangat menarik sehingga patut untuk dibagikan. Terlebih lagi, saya selalu mendapatkan pengalaman yang berbeda di tiap desa yang saya singgahi.


Akan tetapi, sebagai "buruh konten", banyak tantangan yang sering saya hadapi ketika berada di desa pelosok. Terlebih lagi saat saya harus mengunggah kegiatan selama di desa secara realtime di sosial media yang saya miliki. Tantangan paling berat tentu saja soal jaringan internet!



Sekitar tahun 2017, saya bersama beberapa teman travel blogger lainnya pernah melakukan eksplor desa wisata Jogja. Sekitar sembilan desa wisata yang berada di empat kabupaten dan satu kota kami jelajahi selama beberapa hari. Selama perjalanan tersebut kami terus mengunggah konten tentang potensi desa wisata di media sosial dengan tagar #eksplordeswitajogja yang merupakan akronim dari Eksplor Desa Wisata Jogja. 


Hasilnya, kami patut bangga sebab selama tiga hari berturut-turut, tagar tersebut nangkring sebagai trending topic di twitter. Pencapaian tersebut tidaklah mudah, apalagi tidak semua desa wisata memiliki jaringan internet yang layak. Jangankan jaringan internet IndiHome, jaringan seluler saja tidak semua bagus di sana.


Bahkan, di salah satu desa wisata di Kulon Progo kami harus rela menyimpan gawai kami di tas selama kegiatan. Itu karena tidak satu pun sinyal provider yang bisa kami tangkap di sana. 


"Tidak mengapa sebab sesekali kami juga butuh menikmati wisata tanpa disibukkan dengan media sosial". Kira-kira begitulah kami menghibur diri.




Pernah juga di sebuah desa wisata di daerah Bantul, kami harus pergi ke balai desa hanya sekadar untuk mengunggah konten. Itu karena satu-satunya jaringan wifi baru tersedia di tempat itu. Sungguh, sebuah perjuangan sebagai content creator yang tidak pernah saya lupakan. 


Meski begitu, ada juga desa wisata yang sudah memiliki jaringan internet yang bagus. Bahkan, homestay tempat saya menginap pun tersedia wifi secara gratis. Selama menginap di sana, kami bisa mengakses internet dan mengunggah konten dengan mudah sehingga kicauan #eksplordeswitajogja kami tetap bertengger di jajaran trending topic twitter. 


Bagaimana pun juga, peran internet di era digital seperti sekarang ini memanglah sangat penting dalam upaya promosi dan mengenalkan potensi wisata daerah. Berbagai platform, seperti blog, instagram, youtube, dan media sosial lainnya jadi cara paling cepat dan tepat guna saat ini.


Namun, hal itu tentu harus didukung dengan jaringan internet yang mumpuni. Platform digital tanpa internet tentu saja seperti halnya makhluk hidup yang tidak bernyawa. Beruntunglah, IndiHome sebagai Internetnya Indonesia selalu bergerak perlahan, tetapi pasti. Jaringan internet yang terus meluas hingga pelosok desa mampu menghubungkan komunikasi tanpa batas.

 



Kini, segala kegiatan daring dapat dilakukan menggunakan jaringan IndiHome dengan lebih baik. Berbagai informasi wisata daerah di media sosial makin mudah diakses oleh siapa pun dan di mana pun. Semua itu berkat manfaat internet.


Saya yakin, pembangunan jaringan internet oleh Telkom Indonesia yang masif mampu meningkatkan pembangunan Indonesia di berbagai bidang termasuk di bidang pariwisata. Melalui IndiHome, wisata daerah makin maju dan mendunia!




0 coment�rios:

Terima kasih sudah berkunjung & berkenan meninggalkan komentar :)