ASUS X555QA, Laptop Pilihan Saya untuk Berkarya!

Asus amd laptop for everyone blog competition
Asus amd laptop for everyone blog competition
Di era digital sekarang ini laptop menjadi bagian penting dari berbagai profesi untuk menunjang pekerjaannya. Barang ini sudah menjadi salah satu kebutuhan primer dan tak bisa lepas dari kegiatan kerja sehari-hari. Bahkan levelnya hampir setara dengan sandang, papan, dan pangan. Maka tak heran jika perkakas ini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan. Beberapa orang bahkan cukup militan dalam hal upgrade seri terbaru perangkat tersebut. Namun percaya atau tidak, tidak semua orang terbawa arus dan lebih memilih di zona nyaman bersama perangkat lawasnya. Saya misalnya.

Saya termasuk orang yang ketinggalan dalam hal upgrade perangkat khususnya laptop. Selain karena tipe setia, susah move on dari yang ada, juga tidak ada budget untuk menggantinya. Duh! Tolong maafkan saudara qismin-mu ini.
 
Sebagai seorang yang mengaku bloger, saya hanya memiliki netbook merk dan type ASUS X200MA yang saya beli sekitar tahun 2013 lalu. Selain ukurannya yang mungil, netbook ini hanya memiliki spesifikasi rendah seperti prosesor intel Celeron CPU N2920 dengan RAM 4GB DDR3. Lumayan cukup kalau untuk ngetik-ngetik lucu sambil numpang wifi di kafe. Tapi masalahnya, saya juga aktif sebagai citizen journalist yang sehari-hari memanfaatkan netbook ini untuk kebutuhan editing video.

asus blog competition
dok. pribadi
Tak sedikit teman yang bertanya, “Memang bisa? Memang cukup? Memang tidak lambat?” Duh, entah sudah berapa ratus orang bertanya seperti itu. Tapi percayalah, selama saya menggunakannya hingga detik ini, kebutuhan saya akan tulisan atau editing video masih terpenuhi. Ya meski kadang timbul hasrat untuk membantingnya juga. Ehehe

Kalau kata saya, semua hanya masalah kebisaan saja. Saya tipe yang biasa menganggap apa yang saya miliki itu “sudah cukup”. Sesuatu yang saya anggap sudah cukup, bagi saya ya tak perlu diganti. Meski sudah hampir lima tahun memakainya dan dengan kemampuan yang pas-pasan, saya masih merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan saya.

asus blog competition
dok. pribadi
Namun tidak saya pungkiri, terkadang ada rasa malu. Bukan malu dengan alat yang saya punya, melainkan malu dengan kualitas karya yang saya hasilkan. Tentu dengan alat yang jadul dan fitur terbatas, kualitas yang dihasilkan pun biasa saja. Ya malu dong, masa jam terbang bertambah tapi kualitas karya gitu-gitu aja, ye kaaan? Itulah sebab, saya berencana memensiunkan netbook renta saya tersebut dan menggantinya dengan laptop yang lebih muda, ganteng nan memesona agar kegiatan editing video semakin nyaman tanpa hambatan.

Sekalipun ganti, saya tak menginginkan laptop yang harganya setinggi langit dengan fitur A sampai Z. Saya hanya butuh laptop dengan spesifikasi yang CUKUP untuk kebutuhan pekerjaan saya. Setelah berselancar sana-sini, lagi-lagi pilihan saya tetap jatuh pada ASUS. Merk satu ini memang handal dalam pemenuhan kebutuhan teknologi berbudget terbatas macam saya. 

Seperti diketahui, jelang akhir tahun 2017 lalu ASUS baru saja merilis beberapa laptop seri X seperti ASUS X550IK, X555QG, X555QA dan X555B, yang disokong oleh APU baru seri terjangkau buatan AMD. Perangkat komputer jinjing ini diperuntukkan kelas menengah ke bawah, sehingga ramah di kantong. Meski demikian, ASUS masih tetap memberikan spesifikasi yang mumpuni di dalamnya lho!

asus x555
dok. asus x555
Spesifikasi dan harga keempat notebook tersebut bervariasi mulai dari lima hingga 10 jutaan. Secara keseluruhan sejumlah rangkaian notebook ini menawarkan performa memukau antara lain, dukungan GPU ber-video memori hingga 4GB, RAM hingga 8GB berkonfigurasi dual channel dan dapat diupgrade, hingga Accelerated Processing Unit (APU) generasi tertinggi di pada jajaran prosesor AMD APU Mobile.

Sementara dari keempatnya, saya naksir seri X555QA. Spesifikasinya cukup lumayan, dengan harga yang masih sangat terjangkau, hanya enam jutaan saja. Seri ini sudah mengadopsi sistem operasi windows 10 secara langsung sehingga sudah tak perlu lagi menginstalnya dengan sistem operasi terlebih dahulu. Ini menjadi kabar baik bagi pengguna laptop dengan sistem operasi tak resmi alias bajakan. Mengurangi dosa. Ehehe

asus x555
dok. asus x555
Soal kapasitas, laptop ini lumayan besar dengan pilihan RAM 4GB atau 8GB dan HD hingga 1TB. Sangat mendukung kebutuhan saya akan ruang besar untuk menyimpan video-video liputan saya. Sementara untuk ukuran, laptop ini memiliki layar 15.6 inci, serta dilengkapi dengan pembaca DVD eksternal alias DVD drive.

Yang paling penting lagi, seri ini sudah diperkuat oleh AMD 10-9620p yang memiliki empat inti prosesor (quad core) dan grafis berbasis Radeon R5. Seperti yang diketahui, varian AMD A10 merupakan prosesor kelas menengah dari AMD yang menawarkan performa mumpuni dan hemat energi dengan konsumsi daya maksimal hanya 15 watt. Ditambah lagi dengan performa APU yang mumpuni untuk tampilan grafis yang indah, notebook ini juga dilengkapi dengan audio bersertifikasi ASUS SonicMaster untuk pengalaman audio yang mengesankan. Waaa, cucok meong!

asus x555
dok. asus x555
Tak hanya itu, fitur resume 2 detik dari kondisi sleep mode membuat pengguna bisa memanfaatkan notebook ini kapan saja di mana saja dengan segera. Adapun konektivitas USB 3.0 akan menawarkan kecepatan transfer yang jauh lebih tinggi terhadap penyimpanan eksternal ataupun perangkat input-output lainnya. Satu lagi, seri ini juga dilengkapi baterai Li-Polymer yang menawarkan keawetan hingga 2,5 kali lebih baik dibandingkan dengan baterai silinder Li-Ion biasa.

Tak salah dong, jika saya jatuh hati pada notebook seri ini. Dengan harga yang sangat terjangkau, saya mendapat fitur yang maksimal sesuai dengan kebutuhan saya akan multimedia.  Saya sudah tak sabar untuk melakukan editing video dengan lancar tanpa “lag” dan proses rendering yang lebih cepat dibandingkan menggunakan netbook usang saya. Seperti tagline-nya "ASUS AMD - Laptop For Everyone", ASUS X555QA adalah laptop pilihan saya untuk berkarya.

Duh, pada akhirnya saya memang tak bisa setia. Demi peningkatan kualitas karya, bagaimanapun juga upgrade alat itu dibutuhkan. Tak perlu yang bermewahan, asal cukup untuk kebutuhan. Karena salah satu moto saya dalam berkarya adalah “Tunjukan karyamu, bukan alatmu!”. Salam.



***Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

10 comments

  1. Kalau aku berkarya pakai apa aja yang penting ga lemot wkwk

    ReplyDelete
  2. Ga salah kok kak jatuh hati sama ASUS X555QA, asal jangan jatuh hati sama diriku aja. Ndak kesane piye ngunu... haha

    ReplyDelete
  3. Yakin gak mau pindah ke lain laptop? ^_^

    ReplyDelete
  4. sampai sekarang belum keturutan pengen leptop ASUS, hiksss

    ReplyDelete
  5. Uhuuk..tipe setia nih? Yakiin?
    Btw,,aku juga pengin punya laptop asus.

    ReplyDelete
  6. Waaa ASUS loveer!
    Aku juga pake ASUS, Mas. Serinya A44H. Beli dari 2012, sampe sekarang kalo tanpa baterai dipake buat nonton film dengan durasi 2 jam masih bisa. Itu awet untuk umur laptop yg segitu. Hehe~ Cuma ya tetep aja di beberapa kondisi pengen banting. Tapi masih sayang si.

    Itu laptop e cilik ya? Temenku malah ada yg pake laptop mirip gitu buat main Dota 2 yg spec-nya tinggi banget. Intine yo bersyukur aja. :D

    ReplyDelete
  7. Saya berkarya pun masih pakai laptop jadul, yang penting nyala, buahahaha... Pengen banget sih ganti Asus teranyar, biar makin tokcer

    ReplyDelete
  8. Ku juga mau laptop baru doooong.
    Selama ini sudah terlalu nyaman dengan pc yang layarnya gede dan was wus (maklum pc buta gaming jugak). Tapi udah mulai mikir laptop baru, biar bisa kerja mobile.

    ReplyDelete
  9. Terima kasih telah berpartisipasi dalam Blog Competition ASUS AMD – Laptop for Everyone. Good luck yaaa…

    ReplyDelete